Senin, 22 Maret 2010

AYAM PELUNG GENUINE

Asal Usul Ayam Pelung, Ayam Pelung merupakan ayam peliharaan asal Cianjur, sejenis ayam asli Indonesia dengan tiga sifat genetik. Pertama suara berkokok yang panjang mengalun. Kedua pertumbuhannya cepat. Ketiga postur badan yang besar. Bobot ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai 5 - 6 kg dengan tinggi antara 40 sampai 50 cm.

Menurut cerita tahun 1850 di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur ada Kiayi dan Petani bernama H. Djarkasih atau Mama Acih menemukan anak ayam jantan di kebunnya.

Anak ayam yang trundul di bawa pulang dan dipelihara. Pertumbuhan anak ayam tersebut sangat pesat menjadi seekor Ayam Jago bertubuh besar dan tinggi serta suara kokoknya panjang mengalun dan berirama. Ayam jantan itu dinamakan Ayam Pelung dan oleh Mama Acih dikembangkan, dikawinkan dengan ayam betina biasa

Sekarang Ayam Pelung ini semakin terkenal dan cukup diminati oleh masyarakat umum, wisatawan nusantara dan mancanegara. Seorang Putra Kaisar Jepang pernah berkunjung ke Warungkondang untuk melihat peternakan Ayam Pelung tersebut. Bahkan di Cianjur setiap tahun diselenggarakan kontes Ayam Pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam Pelung terbaik yang menjadi juara kontes bisa mencapai harga jutaan rupiah.

Nama ayam pelung berasal dari bahasa sunda Mawelung atau Melung yang artinya melengkung, karena dalam berkokok menghasilkan bunyi melengkung juga karena ayam pelung memiliki leher yang panjang dalam mengahiri suara / kokokannya dengan posisi melengkung.

Ayam pelung merupakan salah satu jenis ayam lokal indonesia yang mempunyai karakteristik khas, yang secara umum ciri ciri ayam pelumg dapat digambarkan sebagai berikut :

* Badan: Besar dab kokoh (jauh lebih berat / besar dibanding ayam lokal biasa)

* Cakar: Panjang dan besar, berwarna hitam, hijau, kuning atau putih

* Pial: Besar, bulat dan memerah

* Jengger: Besar, tebal dan tegak, sebagian miring dan miring, berwarna merah dan berbentuk tunggal

* Warna bulu: Tidak memiliki pola khas, tapi umumnya campuran merah dan hitam ; kuning dan putih ; dan atau campuran warna hijau mengkilat

* Suara: Berkokok berirama, lebih merdu dan lebih panjang dibanding ayam jenis lainnya.

Budidaya Ayam Pelung
Budidaya yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan ayam pelung yang unggul dan baik terus dilakukan secara teliti dan tepat, yang mencakup antara lain : Pemilihan Induk, Pemilihan Pejantan, Teknik pemeliharaan dan kesehatan (sanitasi kandang & vaksinasi berkala). Dengan perkembangan teknologi belakangan ini, kita semua sependapat bahwa ayam pelung harus dikembangkan dan dibididayakan secara maksimal untuk kepentingan kesejahteraan manusia, tetapi dari sisi melestarikan dan mengembangkan ayam pelung dengan tidak harus merusak atau memusnahkan ras pelung yang sudah ada dan terbukti memiliki berbagai keunggulan.

- Sosok besar tegap dan kalau berdiri tegak, temboloknya tampak menonjol
- Kakinya panjang kuat dengan paha berdaging tebal

Ciri -ciri Ayam Pelung adalah ;
- Sosok besar tegap dan kalau berdiri tegak, temboloknya tampak menonjol
- Kakinya panjang kuat dengan paha berdaging tebal
- Ayam jantan mempunyai wilah yang besar, tegak, bergerigi dan berwarna merah
cerah.
- Pada ayam betina tidak berkembang dengan baik.
- Warna bulu tidak memiliki pola warna yang khas, umumnya kuning campur merah,
hitam dan jalak (bintikbintik hitam)
- Ayam jantan mempunyai suara kokok yang khas, sehingga banyak dipe-lihara sebagai
unggas kesayangan.
- Ayam yang dinilai bagus mempunyai kokok dengan leher tegak agar suaranya tinggi
dan terdengar sampai jauh.
- Ayam jantan dewasa berbobot 3,5 - 5,5 kg dan betina 2,5 - 3,5 kg.
- Produksi telur 39 - 68 butir/tahun dengan bobot telur 40 - 50 gram/butir.

Kontes Dan Bursa Ayam Pelung

Seperti halnya burung perkutut atau burung kicauan lainnya, ayam jago pelung juga dikonteskan yang menitik beratkan kepada alunan suaranya, dan sekarang ini hampir semua aspek sudah mendapat penilaian dalam suatu kontes : kontes suara khusus untuk jago ayam pelung, kontes penampilan, bobot badan dan juga untuk Pelung betina yang meliputi lomba lokal, nasional maupun internasional yang telah diagendakan secara terorganisir pada setiap tahunnya.

Pada kontes Ayam Pelung tersebut selain diadakan lomba tarik suara dan lainnya juga merupakan arena bursa penjualan dari anak ayam sampai ayam dewasa, dari usia 0 s/d 1 bulan (jodoan), usia 3 bulan (sangkal), usia 6 s/d 7 bulan (jajangkar), sampai kepada ayam pelung yang sudah jadi (siap kontes). Dengan demikian lomba/kontes ayam pelung sekaligus merupakan bursa penjualan, promosi dan sosialisasi khusus ayam pelung. Melalui bursa semacam ini para pembeli, penjual dan penggemar merasa puas karena pada umumnya mendapatkan bibit-bibit maupun induk yang berkualitas dan tambahan pengetahuan tentang segala hal mengenai ayam pelung yang cukup memuaskan dari sesama peternak dan penggemar.






Jual Ayam Pelung

























Ayam Pelung sangatlah indah dengan kokoknya yang panjang

suara yang merdu dan panjang cocok dipelihara dipelihara dirumah


Jika anda tertarik untuk memiliki ayam pelung bisa call 0341-7080037


Sejarah ayam pelung


Ada dua pendapat yang menyatakan tentang asal mula dari ayam pelung ini. Pertama, ayam pelung mulai dipelihara dan dikembang biakan pada tahun 1850 oleh seorang Kiai bernama H. Djarkasih, seorang penduduk Desa Bunikasih, Kecamatan Warung Kondang. Suatu ketika ia bermimpi bertemu dengan Eyang Suryakancana, yang merupakan putera Bupati Cianjur pertama. Dalam mimpi tersebut H. Djarkasih disuruh Eyang Suryakancana mengambil seekor ayam jantan yang disimpan di suatu tempat. Keesokan harinya saat sedang mencangkul di kebun, ia menemukan seekor anak ayam jantan yang besar dan tinggi. Kemudian ayam itu dipelihara dan setahun kemudian kokoknya terdengar enak dan berirama merdu.

Pendapat yang kedua, menyatakan bahwa pada 1940 seorang penduduk Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang yang bernama H. Kosim sedang bertamu kepada Gurunya. Saat itulah ia melihat seekor ayam betina sedang bersama anak-anaknya. Salah satu anak ayam tersebut terlihat berbeda, terlihat lebih besar, tinggi dan berbulu jarang. Kemudian ayam tersebut dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga menghasilkan suara yang merdu.


Ayam pelung suara kokoknya terpanjang didunia dibanding ayam-ayam lain dan bisa mencapai 13 detik panjang nada kokoknya bila ayam pelung dirawat secara intensif apalagi diikutkan lomba maka harga ayam pelung bisa menjapai puluhan juta rupiah.

maka saaat ini banyak diminati para penggemar ayam terutama untuk peliharaan dirumah.

Ayam pelung kini banyak dibudidaya di daerah pedesaan Cianjur. Ayam khas Cianjur yang bisa mencapai berat saat dewasa hingga 5-7 kg ini mulai banyak peminatnya. Semakin bertambahnya penggemar, penyebaran ayam tersebut makin meluas ke berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Sukabumi dan sekitarnya. Namun, untuk mendapatkan bibit ayam ini, bisa diperoleh di Kecamatan Warungkondang, Pacet, Cugenang, Cianjur dan Cempaka.

Ayam pelung merupakan salah satu ayam lokal yang bisa berkokok selain ayam berkisar dan ayam kokok balenggek. Selain tingginya mencapai 40-50 sentimeter, ayam ini berjengger tunggal (single comb) yang berdiri tegak, bercakar panjang dan besar. Ayam pelung digemari karena kokoknya yang panjang dan merdu.

Keunikannya dalam menghasilkan suara inilah yang menjadi daya tarik tersediri bagi pencintanya. Tak heran, banyak orang yang mengatakan ayam pelung sebagai ayam penyanyi. Ayam pelung bisa berkokok dengan durasi sekitar 10 detik bahkan lebih.

Suara kokoknya sangat khas, mengalun panjang, besar dan mendayu. Ayam ini dapat dikelompokkan dalam ayam berkokok panjang atau long crow fowl.

Kokok merdu ini hanya dimiliki ayam pelung jantan karena kokok merupakan sifat kelamin sekunder pada ayam jantan dan sangat dipengaruhi hormon testosteron. Untuk menghasilkan suara yang panjang dan merdu, ayam pelung harus terus berlatih. Masa berlatih, terdiri dari dua fase, yaitu fase sensory dan fase sensorimotor.

Saat fase sensory, ayam jantan muda biasanya dipelihara berdekatan dengan bapaknya atau pejantan yang memiliki suara merdu. Pejantan inilah yang akan menjadi tutor baginya. Ayam ini akan merekam suara tutornya. Saat dewasa akan mulai bernyanyi dengan meniru suara tutor yang sudah terekam selama ini di otaknya.

Sedangkan fase sensorimotor, organ yang mengatur produksi suara atau yang disebut song control region (SCR) mengalami perkembangan pesat. Fase ini terjadi saat ayam tersebut sudah mengalami dewasa kelamin. Saat inilah ayam akan terus bernyanyi dan berlatih hingga mahir.

Sayangnya, isu yang berkembang sekarang ini, kualitas kokok ayam pelung mengalami penurunan yang dramatis. Ada dua faktor yang diduga menyebabkan penurunan kualitas kokok ayam pelung, terutama kualitas ayam-ayam juara. Pertama, adanya kekhawatiran dikalangan hobiis bila ayam juara dikawinkan dengan betina akan menurunkan kualitas suara ayam mereka.

Hobiis pun akhirnya memilih untuk tidak memberikan kesempatan untuk mengawini betina. Ayam jantan juara akan dipelihara di kandang individu yang di sebut ajeng. Kedua, ada anggapan bahwa tetua jantan tidak terlalu penting dalam perkawinan. Seleksi ketat pun hanya diberlakukan pada saat memilih ayam betina calon induk.

Ayam hias berleher panjang dan berkaki kokoh ini juga bisa dimanfaatkan sebagai ayam petelur atau pedaging yang unggul. Sebagai petelur, ayam pelung betina bisa menghasilkan 30 butir per periode dengan bobot setiap telur 50,66 gram. Ayam pelung betina yang masih berproduksi, harganya terbilang sangat mahal.

Pertumbuhannya juga tergolong pesat. Jika ayam yang berwarna bulu dominan campuran merah dan hitam ini dikawinsilangkan dengan ayam kampung maka akan menghasilkan keturunan ayam berbadan besar.

Sayangnya, penggemar pelung kurang memanfaatkannya sebagai ayam petelur maupun pedaging. Mereka lebih tertarik menjadikannya ayam hias yang dinikmati keindahan suaranya. Hal ini dapat dimaklumi karena nilai jual ayam pelung sebagai penyanyi sangat tinggi. Apalagi jika ayam tersebut berhasil jadi juara kontes, ia dan keturunannya langsung bernilai mahal. (*berbagai sumber)

Juara Kontes, Harga Melangit

Ayam pelung sebagai ayam asli Indonesia memiliki tiga kelebihan sifat secara genetika, yaitu suara berkokok yang panjang dan mengalun, pertumbuhannya yang pesat dan postur badannya yang besar.

Yang paling dikenal dari ayam pelung adalah suara kokoknya yang indah dan panjang. Untuk mempertahankan ciri khas ini, para penggemar sering mengadakan kontes ayam pelung yang sering di sebut kongkur (conqour).

Kongkur yang sering diadakan oleh Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (HIPPAPI) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan motivasi para peternak dan penggemar ayam pelung. Biasanya kriteria yang dinilai pada kontes ini adalah kesehatan, bentuk, warna dan suaranya.

Aspek penampilan dinilai dengan melihat keadaan tubuh bagian depan dan belakang. Bentuk dan warna jengger, bentuk dan keadaan mata, hidung, bentuk paruh, leher, tembolok dan paruh juga mendapatkan penilaian.

Aspek penilaian suara meliputi volume, durasi kokok (kebat), suara angkatan (kokok depan), suara tengah dan suara akhir (tungtung). Ayam pelung memiliki kokok depan baik bila volume suara awal besar, bersih dan panjang.

Suara kokok tengah dikatakan baik bila suara tengah bervolume besar, bersih dan terjadi perubahan suara antara suara awal menuju suara tengah. Perubahan volume ini disebut bitu. Sedangkan suara akhir yang merupakan suku kata kokok akhir harus bervolume besar, bersih dan lunyu.

Untuk memenangkan kontes, kunci keberhasilan yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan kebutuhan pokok ayam, seperti pemilihan idukan, perawatan bibit, pemilihan dan pemberian pakan, penanggulangan penyakit sampai perawatan menjelang kontes. Selain itu, para hobiis harus memiliki pengetahuan yang memadai dalam memelihara, merawat dan melatih ayam pelung agar kualitasnya lebih baik.

Jika memenangkan kontes, bukan hanya piala juara yang diperoleh. Harga ayam hingga keturunannya pun menjadi mahal. Untuk mendapatkan ayam pelung yang bertitel juara, siap-siap merogoh kocek dalam hingga Rp 10-20 juta per ekor. Harga yang tidak murah dibandingkan ayam biasa. Namun bagi hobiis harga ini sebanding dengan kelebihannya.

Sekarang ini, ayam pelung semakin terkenal dan diminati masyarakat umum, wisatawan nusantara dan mancanegara. Bahkan, seorang Putra Kaisar Jepang tertarik dengan ayam pelung hingga mengunjungi desa Warungkondang untuk melihat peternakan ayam tersebut. Ayam pelung sebagai sumberdaya genetik hewan (plasma nutfah), penting untuk dikembangkan dan dilestarikan.



video video video video video video

1 komentar:

  1. misi....
    ana mau bli ayam plung yg ukuran jumbo tp msih uda yah kurang lbih 5 kg umur'a 7-8 bln ada ga...
    hub ke no085710093333/02197222200
    klo saya suara no 10 dah yg pnting ayam muda minimal berat badan 5kg tp umur 7-8bln.....srius ya...
    ass

    BalasHapus