Rabu, 21 Juli 2010

Budidaya Arwana Unggul

Budidaya Arwana (terapan)

Budidaya arwana telah berhasil dikembang sejak lama. Kegiatan ini berawal dari pembesaran di akuarium. Namun pada sekitar menjelang tahun 2000 Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar berhasil memijahkan ikan yang konon membawa hoki bagi pemiliknya, secara alami.

Pematangan gonad dan seleksi

Pematangan gonad ikan arwana dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm dan tinggi 50 cm; keringkan selama 2 hari; isi air bersih setinggi 40 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama penetasan; masukan seekor induk arwana; beri pakan berupa ikan kecil atau udang kecil; bersihkan dan ganti air setiap minggu. Seleksi induk jantan dan betina masih sulit dilakukan. Hingga sekarang penulis masih belum membedakan antara induk jantan dan betina. Penulis juga belum menemukan referensi yang menjelaskan soal itu.

Pemijahan

Pemijahan arwana dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; isi air setinggi 60 – 80 cm dan biarkan mengalir secara kontinyu; masukan 50 ekor induk arwana; beri pakan berupa ikan-ikan kecil dan udang kecil. biarkan memijah secara alami.

Catatan : Ikan arwana akan memijah secara alami. Pemberian pakan biasanya cukup dilakukan beberapa kali saja, misalnya ikan nila atau ikan seribu, maka kedua ikan itu akan berkembang dengan sendirinya. Demikian juga dengan udang keci biasanya akan muncul sendiri, karena udang-udang termasuk binatang liar.

Panen

Panen dilakukan tiga bulan setelah musim hujan, sekitar bulan Juli dan Agustus. Caranya, surutkan air kolam hingga setinggi 20 – 30 cm atau hingga ketinggian dimana benih bisa ditangkap; tangkap induk arwana dengan sekup net halus; masukan ke dalam plastik dan tampung di hapa halus yang dipasang dekat kolam pemijahan; tangkap pula benih; masukan ke dalam ember; tebar ke dalam akuarium yang sudah disiapkan, dengan kelengkapannya.

Catatan : Untuk menghidari gangguan selama pemijahan berikutnya, maka ikan-ikan liar, terutama nila ditangkap. Setelah selesai panen, semua bagian kolam diperbaiki, terutama pematang, dilapisi dengan tanah dasar, bila ada bocor dibongkar dan ditutup lagi dengan tanah,

Diambil dari Blog Alumni SPB ( Sekolah Perikanan Bogor )

Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang sungguh-sungguh mencintai Ikan Arwana, pastilah memperhatikan seluk-beluk di sekitar perawatan. Harapannya, agar arwana dalam akuarium atau dalam Budidaya Arwana & Budidaya Ikan Arwana bisa tampil anggun dan asri. Lantas apa yang harus dilakukan?

1. Perhatikan peralatan aquarium
Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi Ikan Arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.

Aerator
Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium atau kolam
Budidaya Arwana & Budidaya Ikan Arwana. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.

Heater & Thermometer
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium ikan
Arwana Red turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.

Filter
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter mencakup ini untuk menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.

Lampu TL
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80x40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.

2. Rajin melakukan perawatan akuarium
Mau tak mau jika Anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sebab déngan demikian itu, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.

Pemberian makanan
Menu utama
Red Arwana & Ikan Arowana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi jangan terus- menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi déngan makanan lain. Contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik.

Pengontrolan & pergantian air
Dan jangan lupa, air akuarium dari
Red Arwana & Ikan Arowana juga diganti. Namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni: (a) pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium, dan (b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jika Anda menggunakan air PAM, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.

3. Penataan interior akuarium
Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. Oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium
Ikan Arwana Red. Ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan Arwana Red sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis.

Tanaman air
Mengingat asal-muasal
Ikan Arwana Red yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. Ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana, Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica, dan sebagainya.

Temukan info ikan hias di Ikan Arwana | Budidaya Arwana | Budidaya Ikan Arwana | Arwana Red | Ikan Arwana Red | Red Arowana | Arowana Red | Budidaya Ikan | Red Arwana | Ikan Arowana dan Ikan Arwana : Budidaya Ikan Arwana & Ikan Arwana Red - Red Arowana Jakarta pada 88db.com


http://www.sinarharapan.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar